Pengawasan Orang Asing oleh Imigrasi dan Aparat Keamanan TNI/POLRI di Zona Batas

Silawan.Desa.Id// Dalam rangka menyongsong Hari Raya Besar Umat Kristiani (Natal & Tahun Baru) hal-hal antisipatif di lakukan Oleh Pihak Imigrasi yang Bekerjasama dengan Kepala Desa Silawan Juga Aparat Keamanan TNI dan Polri dalam mengatasi Keamanan juga Kenyamanan di Zona Batas RI-RDTL dengan Melakukan Sidak terhadap Wilayah-wilayah Rawan bagi para Pelintas batas Negara baik itu yang Legal dan Ilegal di Desa Silawan.

Dalam Agenda Kegiatan pengawasan Orang Asing Oleh Kantor Imigrasi Kelas II Kota Atambua Kab.Belu di Desa Silawan yang menjadi pintu Utama Pos Lintas BAtas Negara (PLBN) ini menghadirkan Camat, Dandramil  743 dan Kapolsek Sekecamatan Tastim, guna menggali Potensi Konflik juga mengurangi angka Pelintas Ilegal yang masuk melalui Jalur Tikus di sekitaran Desa Silawan.

Setelah melakukan beberapa rangkaian acara dengan meminta Informasi juga mengumpulkan data dari Kades Silawan baik itu laporan Kades dan Aparat desa, Pihak Keamanan TNI dan Polisi mengenai Zona rawan yang sering dilintasi oleh para pelintas kedua negara ini, Ferdy Mones Selaku Kepala Desa Silawan mengajak Semua aparat yang hadir untuk lansung turun ke lapangan untuk mlihat secara langsung lokasi sesuai laporan yang di berikan.

 

Ada Empat Dusun yang rawan Tandas Ferdy itu yang berbatasan langsung dengan Sungai dan jauh dari pengawasan aparat keamanan lanjutnya, Kita langsung ke Kepala dusun masing-masing untuk menunjukan jalur-jalur Tikus yang sering di sebut warga bagi pelintas ilegal agar kita bisa meminimalisir perdagangan Ilegal dan Pelintas Ilegal. Yang menjadi sasaran dalam sidak kali ini adalah Dusun Mota’ain, Aisik Aiseban,Halimuti dan Halibada yang mana dari pantauan Kades dan aparat keamanan sangat dekat dengan Negara Timor leste, jadi lebih mudah akses keluar masuknya.

 

Setelah melalui perjalanan hampir 5 km tepat di Dusun Aisik Aiseban, Kades Ferdy mengajak semua aparat yang mengikuti Operasi Orang asing ini Turun dari Mobil di Rumah Kadus Aisik dan mengantar ke Lokasi Jalan Tikus yang sering di lalui.
Dalam perjalanan yang memakan waktu kurang lebuh 15 menit dari Rumah Kadus, kami tiba di Persimpangan jalur Tikus dan Jalan ke kebun warga.
Setelah melakukan pengamatan Oleh Imigrasi dan Aparat keamanan, tidak ditemukan jejak kaki atau Roda kendaraan disekitaran jalan tikus yang berlumpur terendam Hujan.

Dari data yang di dapat ini pihak Imigrasi meminta kerja sama Pihak desa dan warga sekitar untuk melaporkan kepada Aparat keamanan baik itu Polisi atau TNI agar di tangkap dan di proses sesuai hukum yang berlaku jika ditemukan. Dan dari Aparat Keamanan Sendiri akan Melakukan pengawasan melekat terhadap jalan-jalan Tikus yang lain di sekitaran Lokasi Rawan agar tidak ada lagi Orang Asing yang melintas secara Ilegal dan sesuka Hati.

 

 

 

 

Foto/Gambar ( Robert’s)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan