Tradisi Tangkap Ikan Masyarakat Desa Silawan ( Hamoruk Naan) Dilaut Yang

Dalam suatu Wilayah atau Desa tempat tinggal pasti tidak lepas dari cerita Rakyat dan tradisi dengan hal-hal misteri yang mana itu sudah menjadi sebuah Kebiasaan dari Nenek Moyang hingga pada kita sekarang yang menjadi bentuk doktrinisasi yang selalu kita percayai dan kita jalani dengan rutin pada Bulan atau Tahun tertentu seperti yang telah di lakukan oleh para leluhur di masa lampau.

Tradisi ini seperti yang dilakukan masyarakat Desa Silawan dan Desa Tulakadi beberapa waktu lalu dengan penangkapan ikan bersama dilaut saat laut Surut atau Meti istilah warga dengan Tradisi Hamoruk naan atau dalam terjemahan bahasa Indonesia yaitu Memabokkan Ikan dengan Kayu Moruk/Pahit dengan orang Khusus yang di dipercayakan Oleh Ama Nai atau Kepala Desa Sekarang.

Dalam Prosesi penangkapan Ikan Masal ini warga harus menjalani proses adat Yaitu Kasu Todan ( Melepas Beban)   sebelum melakukan penangkapan ikan Di namoN Ona ( Danau Kecil ) Tepi Hutan Bakau.
Istilah Kasu Todan ini salah satu proses adat sebelum melakukan penangkapan Ikan.

Antusias masyarakat yang mengikuti acara adat ini dari semua kalangan tanpa terkecuali, semua warga Silawan baik yang berdomisili di desa silawan ataupun yang berada di luar daerah dan yang tinggal di kota juga berbondong-bondong dengan membawa peralatan tangkap untuk menangkap ikan.

Dari semua yang masuk ke dalam untuk menangkap tidak di perbolehkan menangkap sebelum proses adat di lakukan kepala Desa silawan yaitu dengan memukulkan dengan menggunakan Tombak tiga kali dan memperbolehkan semua menyerbu masuk dan beramai menangkap ikan yang ada dengan sukacita.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan