Panen Raya Kacang Tanah & Jagung Juga Inseminasi Buatan (IB) Oleh Mentri Pertanian di Desa Kenebibi

Mentri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melakukan Kunjungan kerja ke  Desa Kenebibi kec.Kakuluk Mesak Kab.Belu Selasa (14/03/2017)  Dalam Agenda kerja Memantau Kegiatan pertanian  Warga dan Panen  Raya  hasil Tanam Masyarakat berupa Jagung dan Kacang Tanah  bersama Gubernur NTT,  Bupati Belu  dan Malaka yang turut hadir  dalam  Panen raya yang bertempat Trans Banut Desa Kenebibi .

Dalam kunjungan kerja ini, (Menper) Amran Sulaiman Disambut dengan Prosesi Adat Suku Kemak Juga mengikuti  Prosesi Adat Timor NTT yang menggunakan Atribut Gantungan Pelat Emas (Sofren) Selendang, Tais dan Destar Kepala juga Bulu Ayam  Jantan serta  memegang Kelewang Timor Dan Di Nobatkan Sebagai AMA NAI ( Tuan Raja).Sebelum melakukan Panen Raya Kacang tanah dan Memantau Kandang Ternak Sapi yang di Inseminasi Buatan (IB) untuk Produksi Kehamilan sapi dan pengembangbiakan.

Dalam sambutannya Amran Memuji Pemerintah kabupaten Belu yang telah berhasil mengekspor Hasil pertanian yaitu Kacang Tanah dan Bawang Merah  ke Negara tetangga Timor leste, dan  Meminta peningkatan produk Tanam  kacang Tanah ini, Sehingga nantinya bukan saja kacang, melainkan  meningkatkan hasil tanam Jagung sehingga jagung juga harus bisa di ekspor dan stop Inport Tandas Amran, Mengingat lahan tidur kita yang sangat banyak yang terlihat di kabupaten Belu dan Malaka ini.

Di kesempatan yang sama  Mentri pertanian Membuat Komitmen Dengan Bupati Belu dan Malaka dengan suatu  perjanjian Hubungan kerja yaitu  “Saya” (Menpen)  akan menyumbangkan 30 buah Traktor dengan total Dana sekitar 200 Miliar lebih kepada Dua kabupaten ini yang masing-masing di Kabupaten Malaka 20 buah traktor dan Belu 10 buah traktor dengan Nota bene dalam  kurun waktu 3 bulan kedepan malaka mampu  menanam 50 ribu Hektar jagung, dan Belu menanam 250 ribu hektar karena yang di sampaikan Pak Frans Leburaya Gubernur NTT,  bahwa NTT ini sudah di tetapkan sebagai kabupaten pengahasil jagung terbesar di Idonesia lanjutnya. Apabila Ketentuan perjanjian ini tidak terealissasi kedua pejabat daerah tersebut mampu mempertaruhkan Jabatan Akan di Copot bila tidak terlaksana sesuai yang di harapkan.

Disela waktu yang tersisa sebelum menutup kegiatan kerja  Amran meminta dua org penanya dari Warga desa kenebibi menyangkut kendala yang di hadapi dalam hal Pertanian.
Penanya Pertama Petani dari Desa Kenebibi yang meminta kesejahteraan menyangkut Alat Pertanian dan Meteran Listirk rumah dan Penanya kedua Meminta Sumur Bor untuk kegunaan Kebun Ladang dan Konsumsi sehari-hari mengingat kurangnya Debit Air dikala Musim Kemarau.

Dengan candaan Amran  menjawab “Nanyanya ini salah kamar semua kamar semua” katanya dengan Tertawa lebar beliau mengatakan Saya dulu belajar sampe Hidung semua Hitam pak karena pakai lampu semprong  jadi sebagai petani itu kita harus bersyukur tandas karena punya banyak waktu  Dengan Pengahasilan yang jauh lebih Besar dari Pegawai bahkan Bupati Seperti Di Cina dan Negara lain itu yang makmur itu petani bukan pejabat tuturnya sambil Merangkul Bapak Penanya. Jadi kita budayakan kerja dari sekarang ya Pak..
Setelah Itu memberikan Langsung Bibit 5 Hektar jagung untuk ditanami.
Sebelum kedua penanya tersebut balik beliau berjanji akan menyampaikan Hal ke jakarta dalam rapat dengan Presiden juga para Mentri lainnya.

Foto & Berita (Robert’s)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan