Pentingnya Kartu Identitas Diri Wagi Warga Negara Republik Indonesia Di Desa Batas

IMG_4705

(Silawan.desa.id) Dalam Kunjungan kerja Direktorat Jenderal Kependudukan Pusat Jakarta Ir. I Gede Suratha. MMA Bebeberapa waktu lalu di Desa Silawan Membahas mengenai pentingnya Kartu Identitas diri sebagai Warga Negara Indonesia yang secara Geografis  Sebagai Desa dengan letak Teritorialnya berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Dalam Kesempatan ini I Gede Meminta  Masyarakat Desa silawan Wajib mempunyai Kartu Identitas diri yang jelas berupa Akta Lahir, Kartu KK (kartu Keluarga)  dan  KTP  ( Kartu Tanda Penduduk) yang Sah dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Negara di Kabupaten Belu.

Agenda Kerja Sosialisasi Identitas Kependududkan yang bertempat di Aula Kantor Desa Silawan ini Kepada Dinas Kependudukan ( Dispenduk) Kabupaten Belu Drs. Wilybrodus Leto mengatakan bahwa kurangnya Inisiatif masyarakat dalam mengurus Identitas diri karena dari Pendataan Dispenduk Kab.Belu yang ada hingga saat ini bahwa masyarakat Kabupaten Belu yang memiliki kelengkapan kartu identitas belum mencapai 20%.

IMG_4697

Dari permasalahan yang di hadapi sekarang masyarakat di beri kesempatan mengemukakan Kendala Rumitnya pengurusan Identitas yang menjadi permasalahan seperti yang terjadi sekarang.
Dan dari beberapa penanya “Kepala Dusun dan Masyarakat” mengemukan mengenai letak admistratif Wilayah kecamatan yang lebih jauh dari kabuten yang biaya Transportasi bisa mencapai Rp.100.000 dan Biaya Administrasi pengurusan Akte yang Wajib membayar Administrasi Rp.100.000 pula yang menjadi pokok Masalah yang ditemui. Dan Masyarakat meminta untuk dikurangi biaya administrasi juga meminta Pihak Dispenduk untuk setiap Triwulan turun ke Desa dalam mendata langsung penduduk, mugkin dengan proses jemput Bola ini masyarakat lebih Antusias dalam mengurus kartu Identitas seperti yang disampaikan.

Menjawab semua Kendala yang di sampaikan masyarakat selama ini, Wily leto menyampaikan bahwa Dana pungut Rp.100.000 dalam pengurusan Akte Lahir itu mengacu pada Perda No.III dan akan di sampaikan lagi untuk dilakukan perubahan dalam Rapat seluruh SKPD kab.Belu bersama Bupati & Wakil Bupati nanti agar ditiadakan lagi biaya yang menjadi alasan memberatkan Masyarakat ini, dan menanggapi Jemput Bola seperti yang disampaikan itu akan dilakukan sesuai anggaran tandas Beliau.

Disela-sela sebelum menutup kegiatan sosialisasi ini Ferdy Mones selaku Kepala Desa Silawan mengemukan permintaan maaf atas segala keterbatasan yang ada terlebih mengenai kurangnya kesadaran Masyarakat Desa Silawan yang mungkin kurang paham dan sadar mengenai pentingnya Indentitas penduduk yang wajib bagi warga Negara Indonesia yang akitf dikarenakan Sumber daya Manusia dan Indeks Prestasi Masyarakat yang mau dibilang masih di bawah rata-rata. Dan meminta Pihak Dirjen dan Dinas Kependudukan Kabupaten untuk bisa menuntun masyarakat hingga dapat terselesaikan sesuai dengan yang diharapkan.

(Robert’s)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan