Pengenalan Alat Belah Biji Mete Oleh TNI untuk meningkatkan Harga jual

Demi meningkatkan Ekomnomi masyarakat Desa silawan, Bersama Aparat Desa dan Pasukan Pengaman perbatasan TNI Yonif 725 Woroagi dan Warga Desa Silawan Bertempat di Pos pengamanan Batas wilayah, di Dusun Adubitin yang berjarak sekitar 1 km dari kantor Desa Silawan dengan Antusiasnya masyarakat  menyaksikan Demo yang di lakukan Para Serdadu perbatasan yaitu Mengupas Biji Mete yang sudah dikeringkan dengan menggunakan alat pengelupas yang masih Tradisional.
Alat Kupas Tradisional yang dipertunjukan kepada warga yaitu dengan menggunakan Sebilah Parang yang sudah diompongkan diruas pemotongan yang digunakan sesuai diameter biji Mete dan sebatang Kayu Balok  yang dipaku dengan parang dengan menggunakan  besi plat sebagai penghubung parang dan kayu  sehingga terlihat elastis  dan selalu pada posisi saat digunakan untuk menggupas.
Kegiatan yang dilakukan oleh TNI ini sangat bermanfaat bagi warga yang dahulu pada umumnya menjual hasil panen Mete dengan nilai jual yang relatif murah yaitu biji yang belum dikupas dengan  kisaran harga 12-14 Ribu rupiah /Kg, dengan adanya pengetahuan mengenai pengupas mete ini diharapkan warga dapat mengerti bukan saja dalam hal jual beli hasil panen, tetapi  bisa menjadi salah satu mata pencaharian warga Desa silawan dan Indusrti Kecil bagi warga yang tekun dengan hasil Tani ini tandas Bapak Yakobus Selaku Sekretaris Desa.
Harapan Masyarakat Desa Silawan agar mereka selalu dipandu dengan bekal materi bukan saja dari TNI mengenai budidaya Mete tetapi dari instansi terkait yaitu materi lain yang menjadi bekal dalam meningkatkan perekonomian warga baik dalam bidang pertanian maupun perkebunan dengan ketersediaan Bibit yang baik dan peralatan yang memadai sehingga menciptakan masyarakat kompeten dalam bidang ekonomi dan Pertanian. 
(Robert Suri)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan